Sebelumnya, Bang Ipin dan keluarganya tinggal di sebuah rumah dengan dinding kayu yang mulai lapuk. Lantai kayunya sudah tidak rapat lagi, sementara kondisi kamar mandinya masih sangat sederhana.
Setelah bertahun-tahun membantu membangun rumah orang lain, Muhammad Ramli (51) atau yang biasa dikenal dengan nama Bang Ipin, akhirnya merasakan kebahagiaan memiliki rumah yang layak.
Kondisi tersebut membuat keinginan untuk memiliki rumah yang lebih layak menjadi salah satu impian Bang Ipin. Namun, impian itu harus ditunda karena sebagian besar perhatiannya terfokus pada keluarganya.
Setiap hari, Bang Ipin bekerja sebagai tukang bangunan dan juga membantu berbagai pembangunan di desanya. Ia juga pernah bermigrasi ke Balikpapan dan Samarinda sebagai penambang emas untuk menambah penghasilannya.
Namun, sekitar tiga tahun terakhir, Bang Ipin memilih untuk berhenti bepergian. Ia fokus merawat istrinya yang membutuhkan perawatan rutin sekaligus membantu merawat cucu pertamanya.
Di tengah keterbatasan tersebut, kesempatan untuk memperbaiki tempat tinggalnya akhirnya datang melalui program Bangun Rumah Tukangku.
Rumah yang sebelumnya sederhana dan memiliki berbagai keterbatasan kini telah berubah menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman bagi Bang Ipin dan keluarganya.
Dengan penuh emosi, Bang Ipin mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diterimanya.
"Saya mendapat penghasilan luar biasa dari Semen Tiga Roda," kata Bang Ipin.
Ia juga menyampaikan doa dan harapan agar Semen Tiga Roda terus berkembang dan memberikan manfaat bagi para pengrajin di Indonesia.
"Semoga Semen Tiga Roda akan lebih sukses, berkembang, dan menjadi pilihan utama para pengrajin di Indonesia. Saya dan keluarga tidak bisa memberikan apa pun sebagai imbalan, hanya berdoa semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kesuksesan dan keberhasilan kepada Semen Tiga Roda," katanya.
Penyerahan rumah Bang Ipin ini menandai berakhirnya program Bangun Rumah Tukangku yang telah dimulai sejak Agustus 2025, bertepatan dengan HUT ke-50 PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., produsen Semen Tiga Roda.
Program ini melibatkan puluhan mitra bisnis dan ratusan orang yang memberikan rekomendasi pengrajin serta menarik perhatian jutaan pengguna media sosial.
Program ini juga menjangkau berbagai wilayah di Indonesia, dari Sumatra hingga Sulawesi, untuk membangun 32 rumah bagi para pembangun terpilih.
Manajer Perencanaan Strategis Penjualan & Pemasaran Indocement, Antonius Prajoko, mengatakan program ini merupakan bentuk perhatian kepada para pengrajin yang telah memainkan peran penting dalam proses pembangunan.
"Kami mengajak para mitra bisnis untuk memperhatikan para pengrajin, para pengrajin yang menggunakan semen ini, mereka adalah salah satu faktor penting dalam industri semen itu sendiri," kata Antonius dalam pidatonya.
Menurutnya, pembangunan rumah untuk para pengrajin tidak hanya memberikan manfaat fisik tetapi juga membawa kebanggaan dan kebahagiaan bagi penerima.
"Ada rasa bangga karena mampu membangun rumah seorang pengrajin, dan dari pihak pengrajin ada rasa gembira karena ia tidak menyangka rumahnya akan dibangun dengan begitu baik dan layak huni, sesuai dengan mimpinya," katanya.
Sementara itu, Manajer Pabrik Indocement Tarjun, Teguh Iman, mengatakan program tersebut merupakan ilustrasi pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Ini menunjukkan kerja sama dari semua pihak untuk menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera," kata Teguh.
Penyerahan rumah Bang Ipin di Tarjun menandai akhir perjalanan program Bangun Rumah Pengrajinku. Bagi Bang Ipin , rumah ini bukan hanya bangunan baru, tetapi juga hunian yang terwujud dari mimpi yang tertunda serta apresiasi atas perjuangannya sebagai seorang pengrajin yang telah membantu membangun rumah bagi orang lain. Kini, untuk pertama kalinya Bang Ipin dapat menikmati rumah impiannya sendiri bersama keluarganya. (Red)
