Tiga Hari Empat Titik Terbakar, Warga Kotabaru Resah dan Perketat Ronda Malam

BACTYPOST
(Red)
0

KOTABARU  - Warga Kecamatan Kotabaru di kawasan Jl. Biduri Simpang Permata, kompleks perumahan uka RT.13, dikhawatirkan akan adanya teror pembakaran kawasan perumahan. Kamis, (10/09/2026).
Informasi mengenai insiden tersebut, yang terjadi dalam 3 hari berturut-turut, mencakup empat lokasi pembakaran berbeda di permukiman padat penduduk. Insiden ini membuat masyarakat cemas dan mencekam karena ancaman pembakaran.
Kepala Kepolisian Kotabaru KBO Satreskrim, Iptu Edy Junaidi, mengatakan bahwa polisi telah menerima informasi terkait insiden tersebut dan masih melakukan penyelidikan.
"Kami telah menerima informasi terkait insiden tersebut dan kami masih menyelidiki masalah ini dan kronologinya. Kami perlu memastikan terlebih dahulu berdasarkan laporan dan hasil inspeksi di lapangan," kata Iptu Edy Junaidi.
Di tengah keresahan publik, keamanan perlu diperkuat kembali, salah satunya melalui koordinasi antara Kepala RT dan masyarakat untuk mengaktifkan patroli malam atau pos kamling.
Menurut Iptu Edy, kehadiran warga yang melakukan patroli dapat menjadi tindakan pencegahan, terutama di daerah-daerah yang sering terdapat rumah-rumah kosong.
"Untuk mengantisipasi keadaan darurat, kami mendorong koordinasi antara RT dan warga. Jika memungkinkan, patroli atau pos jaga dapat diaktifkan kembali," jelasnya.
Patroli malam diharapkan tidak hanya dilakukan setelah terjadi gangguan keamanan, tetapi juga dilakukan secara terjadwal dan terkoordinasi, sehingga warga dapat bergiliran memantau wilayah masing-masing.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan. Warga juga diingatkan untuk tidak bertindak sendiri karena hal itu justru dapat memperburuk situasi.
"Jika ada aktivitas mencurigakan, segera beri tahu polisi agar tindakan dapat diambil," kata Iptu Edy.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa keamanan lingkungan membutuhkan keterlibatan bersama. Kepolisian melakukan penanganan sesuai kewenangannya, sementara masyarakat dapat memperkuat sistem keamanan lingkungan melalui koordinasi RT, patroli, dan komunikasi cepat ketika terjadi sesuatu yang mencurigakan.
Sampai saat ini, masyarakat masih menunggu hasil penyelidikan polisi untuk mengetahui secara pasti kronologi dan fakta di balik dugaan pembakaran tersebut.  (Red)

Posting Komentar

0 Komentar

Please Select Embedded Mode To show the Comment System.*

Blogger

3/related/default