KOTABARU – Menyusui bukan hanya tentang perjuangan seorang ibu. Di balik keberhasilan pemberian Air Susu Ibu (ASI), dibutuhkan peran ayah, keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah, dunia usaha, hingga lingkungan yang saling mendukung, Pesan inilah yang digaungkan dalam Pekan ASI Sedunia Kotabaru 2026 yang digelar oleh GENSAI Movement (Generasi Saijaan Indonesia Movement) di Gedung Mahligai Kabupaten Kotabaru, Minggu (2/8/2026).
Mengusung tema “Ibu Bahagia, ASI Lancar” dengan subtema “ASI Bukan Perjuangan Ibu Sendirian”, kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi untuk membangun kesadaran bahwa keberhasilan menyusui merupakan tanggung jawab bersama.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Kotabaru, H. Minggu Basuki, yang hadir mewakili Bupati Kotabaru.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, H. Minggu Basuki mengapresiasi GENSAI Movement beserta seluruh mitra yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan Pekan ASI Sedunia 2026 di Kabupaten Kotabaru.
“Pekan ASI Sedunia bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum strategis untuk membangun kesadaran kolektif kita semua. Kegiatan hari ini merupakan wujud kepedulian bersama terhadap kesehatan ibu dan anak di Bumi Saijaan,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kotabaru terus berkomitmen mendukung berbagai program peningkatan kesehatan, khususnya kesehatan ibu dan anak, percepatan penurunan angka stunting, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Menurutnya, dukungan terhadap ibu menyusui tidak cukup hanya melalui program pemerintah. Peran keluarga dan lingkungan menjadi bagian penting dalam menciptakan rasa aman, nyaman, dan bahagia bagi para ibu.
“Mari kita bersama-sama, mulai dari seluruh elemen masyarakat, para ayah, keluarga, hingga tenaga kesehatan, bergandengan tangan untuk terus mengedukasi masyarakat serta menciptakan lingkungan yang ramah bagi ibu menyusui,” ajaknya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pekan ASI Sedunia Kotabaru 2026, dr. Iskandar Musgamy, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung program kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Kotabaru.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pemberian ASI tidak boleh dibebankan sepenuhnya kepada seorang ibu.
“Keberhasilan pemberian ASI tidak hanya menjadi tanggung jawab seorang ibu, tetapi membutuhkan dukungan keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kepedulian dan kolaborasi bersama demi terciptanya generasi yang lebih sehat dan berkualitas,” tuturnya.
Pekan ASI Sedunia Kotabaru 2026 dikemas dalam konsep Family Health Gathering. Berbagai kegiatan dihadirkan untuk melibatkan masyarakat secara langsung, mulai dari edukasi dan pelayanan kesehatan, Family Health Expo, pemberdayaan masyarakat, hingga kolaborasi lintas sektor.
Tak hanya itu, kegiatan juga menghadirkan talkshow bertema “ASI Bukan Perjuangan Ibu Sendirian” yang dimoderatori langsung oleh dr. Iskandar Musgamy.
Talkshow tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, yakni dr. Urfa sebagai ahli gizi, dr. Nurul Soraya selaku dokter spesialis anak, serta dr. Dianti Barliani yang membahas bidang laktasi.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pemberian ASI eksklusif dan peran besar lingkungan dalam mendukung ibu menyusui.
Sebab, ketika seorang ibu merasa didukung, dihargai, dan bahagia, perjuangan memberikan ASI tidak lagi menjadi beban yang harus dipikul sendirian.
Dengan dukungan bersama, Pekan ASI Sedunia Kotabaru 2026 diharapkan mampu mendorong lahirnya lingkungan yang lebih ramah bagi ibu menyusui serta mewujudkan generasi Kotabaru yang sehat, hebat, dan berkualitas. (Red)
