Bazar yang berlangsung 20–22 Agustus 2026 tersebut diikuti 49 peserta, terdiri dari perangkat daerah, perbankan, 20 pelaku UMKM, serta 25 distributor dan agen. Beragam kebutuhan pokok ditawarkan sebagai alternatif belanja masyarakat dengan harga lebih terjangkau.
Kepala Diskoperindag Kotabaru H. Muhammad Maulidiansyah mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana promosi produk lokal, tetapi juga bagian dari strategi pemerintah menjaga stabilitas harga. Terlebih, inflasi Kotabaru pada Juli 2026 tercatat 3,41 persen, setelah sebelumnya sempat berada di angka 5,25 persen dan 6,46 persen pada Februari.
Menurutnya, kondisi Kotabaru sebagai daerah kepulauan membuat biaya distribusi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga kebutuhan pokok.
Sementara itu, aplikasi KEPO hadir untuk memudahkan masyarakat memantau perkembangan harga sejumlah komoditas di pasar tradisional, seperti beras, minyak goreng, gula, cabai, daging, dan ikan. Data tersebut juga dapat digunakan pemerintah untuk memantau perubahan serta perbedaan harga di lapangan.
Selain itu, Kios Jukung Pangan dihadirkan untuk mendekatkan akses bahan pokok kepada masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan perairan. Program hasil sinergi Pemkab Kotabaru dan Bank Indonesia tersebut menyediakan sejumlah komoditas seperti beras, minyak goreng, cabai, dan telur.
Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis mengatakan pengendalian inflasi membutuhkan langkah nyata karena biaya angkutan barang menuju Kotabaru cukup tinggi akibat karakteristik wilayah kepulauan.
Ia menilai pengendalian harga harus dilakukan bersamaan dengan penguatan produksi pangan. Pemerintah daerah, lanjutnya, terus mendorong ketahanan pangan dari sektor hulu hingga hilir agar ketersediaan barang dan harga di pasar tetap terjaga.
Syairi juga mengungkapkan rencana pembangunan kembali sejumlah fasilitas pasar yang terdampak kebakaran serta pembangunan Pasar Ikan pada 2027. Total anggaran yang disiapkan diperkirakan sekitar Rp182 miliar melalui skema kerja sama dengan pihak ketiga.
Bazar Dagang 2026 kemudian secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Syairi Mukhlis. Ia bersama jajaran pemerintah daerah turut meninjau stan bazar dan pasar murah yang disediakan bagi masyarakat. (Red)
