Suasana diskusi berubah semakin dinamis ketika moderator membuka sesi interaktif, Para kader HMI tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk mengajukan beragam pertanyaan kritis kepada Abu Suwandi.
Tidak hanya membahas strategi pengembangan usaha dan peluang ekonomi daerah, para mahasiswa juga menyinggung persoalan kebijakan pemerintah yang dinilai masih kurang memberi ruang bagi pelaku usaha lokal serta generasi muda untuk berkembang.
Alih-alih tersudut, Abu Suwandi justru terlihat antusias menghadapi berbagai kritik tersebut, Dengan santai ia menjawab satu per satu pertanyaan peserta sambil sesekali mencatat sejumlah masukan yang dianggap penting.
“Kritik dan pandangan dari adik-adik HMI ini sangat berarti bagi kami. Justru dari forum seperti inilah kami bisa mengetahui apa yang benar-benar dirasakan anak muda dan pelaku usaha di daerah, Semua catatan ini tentu akan menjadi bahan evaluasi dan perjuangan kami di DPRD,” ujar Ketua Kadin itu.
Dialog yang berlangsung hangat tersebut membuat suasana forum terasa lebih hidup, Kehadiran Abu Suwandi dinilai memberi perspektif baru bagi para kader HMI, khususnya terkait pentingnya membangun kemandirian ekonomi di kalangan mahasiswa.
Sebelumnya, Wakil Bupati Syairi Mukhlis menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai kontrol sosial dan mitra kritis pemerintah, Sementara Abu Suwandi menambahkan bahwa mahasiswa juga harus memiliki kekuatan ekonomi agar tidak mudah dipengaruhi kepentingan tertentu.
Bagi HMI Kotabaru-Tanah Bumbu, forum ini menjadi sinyal awal bahwa kepengurusan baru di bawah komando Teguh Jaka Saputra ingin menghadirkan gerakan yang lebih luas. Tidak hanya fokus pada isu politik dan sosial, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi kader sebagai bagian dari arah perjuangan organisasi ke depan.
0 Komentar