NEWS

SPBU Dipadati Warga, Distribusi BBM Kotabaru Dievaluasi

Kotabaru – Antrian Panjang di sejumlah SPBU di Kabupaten Kotabaru menjadi sorotan DPRD Kabupaten Kotabaru Kondisi tersebut memicu digelarnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Senin, 4-5-2026. Guna mencari solusi atas keluhan masyarakat Kotabaru yang kesulitan mendapatkan BBM jenis Pertalite dan Solar.

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kotabaru, Awaludin, menghadirkan pihak Pertamina, operator speedboat pelangsir BBM hingga perwakilan pemerintah Desa Pertemuan itu membahas persoalan distribusi BBM yang dinilai mulai berdampak terhadap aktivitas masyarakat, khususnya di wilayah pelosok pesisir dan kepulauan.
Perwakilan Pertamina Kotabaru  Faisal memastikan stok BBM di wilayah Kotabaru masih dalam kondisi aman dan tidak mengalami pengurangan pasokan
Stok aman bahkan untuk 10 sampai 20 hari ke depan yang terjadi saat ini kemungkinan karena meningkatnya pembelian masyarakat,” ujarnya Faisal 

Meski stok dinyatakan aman antrian di SPBU masih terus terjadi kondisi itu antrian panjang setelah adanya membatasi pengisian Bensin / (BBM) menggunakan jeriken sejak 1 Mei 2026 Dampaknya mulai dirasakan para operator transportasi laut sejumlah speedboat angkutan umum di wilayah kepulauan disebut sempat mengalami kendala operasional akibat sulit memperoleh BBM.

Ketua Organisasi Speedboat Angkutan Umum, Arbain berharap ada kebijakan yang dapat menjamin kebutuhan BBM bagi transportasi masyarakat tetap terpenuhi, "Kami berharap ada solusi agar kebutuhan Bensin untuk angkutan masyarakat tidak terganggu,” kata Arbain.
Menanggapi kondisi tersebut DPRD Kabupaten Kotabaru meminta pemerintah daerah bersama Pertamina segera melakukan evaluasi distribusi BBM, terutama bagi wilayah yang sangat bergantung pada transportasi laut Selain itu, DPRD juga mendorong pengawasan distribusi BBM agar penyalurannya tepat sasaran dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi maupun mobilitas masyarakat di Kotabaru. 

Posting Komentar

0 Komentar